Kendatihargabahan bakar minyak (BBM) jenis premium resmi diturunkan mulai 1 Januari 2015 kemari, namun harga properti justru semakin meroket. Besaran kenaikan harga ini bervariasi mulai lima persen hingga lima belas persen. Perumahan Kota Wisata di Cibubur yang dikembangkan Sinarmas Land Group, misalnya. Salah satu klaster terbarunya, yakni Nebraska akan diubah harga jualnya menjadi Rp 1,26 miliar per unit untuk tipe terkecil 94/105.Perubahan harga ini sebesar lima persen dari sebelumnya Rp 1,19 miliar yang berlaku sejak 30 November 2014.Menurut staf Penjualan dan Pemasaran Kota Wisata, Adi Saputra, patokan harga baru tersebut tidak hanya dikenakan pada klaster Nebraska, melainkan juga seluruh klaster eksisting dengan sisa beberapa unit terakhir, seperti Hacienda, dan New Hacienda."Untuk klaster Hacienda dan New Hacienda, harga jualnya menjadi Rp 1,32 miliar per unit untuk dimensi terkecil 91/128," tutur Adi kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2014).Adi menambahkan, klaster Nebraska dikembangkan hanya sebanyak 88 unit. Tersedia enam tipe dari total tujuh tipe yang dilepas ke pasar untuk tahap awal, yakni tipe 94/105, 106/120, 116/135, 131/136, 152/162, 165/168, dan dimensi 177/200.Kenaikan harga lebih tinggi terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan.Menurut Direktur Utama PT Cowell Development Tbk., Novi Imelly, perubahan harga yang diberlakukan pada perumahan Borneo Paradiso Balikpapan sebesar lima belas persen."Kami akan menaikkan harga jual sebesar lima belas persen dan berlaku tahun depan," ujar Novi.Cowell Development memasarkan perumahan Borneo Paradiso dengan harga serentang Rp 250 juta hingga Rp 600 juta per unit.Sementara properti-properti yang dilansir IMB Group di Makassar, mengalami lonjakan harga sepuluh persen. Staf Penjualan dan Pemasaran IMB Group, Ahmad Akbar, mengatakan, perubahan harga sebanyak sepuluh persen tersebut berlaku di semua produk.Satu di antaranya adalah perumahan Bumi Pratama Residence di daerah Antang. Saat ini harga rumah tipe 36/7x14 senilai Rp 350 juta, tipe 46/7x15 seharga Rp 400 juta dan tipe 70/8x15 sebesar Rp 600 juta. Tahun depan, harga ini bakal berubah menjadi Rp 385 juta, Rp 440 juta, dan Rp 660 juta per unit.Tingginya permintaanKenaikan harga tersebut, kata Adi, dipicu tingginya tingkat permintaan. Selama libur Natal pada 22 Desember hingga 31 Desember 2014 ini, transaksi tak pernah sepi."Saya mampu menjual rumah sebanyak tiga unit selama satu minggu. Belum lagi saleslainnya. Konsumen justru tertarik membeli rumah karena untuk menghindari kenaikan harga lebih tinggi. Selain itu, banyak juga konsumen yang merupakan end user yang memanfaatkan momentum liburan," tutur Adi.Manajemen Kota Wisata, tambah Adi, memang mengkampanyekan promosi "Harga Naik 1 Januari 2015". Kampanye ini terbukti efektif mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian."Setiap hari kantor pemasaran selalu ramai. Padahal ini liburan panjang," tandas AdiHal serupa dikatakan Ahmad. Menurutnya, tingkat permintaan hunian di Makassar terus menguat dalam tiga tahun terakhir. Ada banyak pebisnis yang membeli hunian untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga disewakan."Hal tersebut mendorong kami menaikkan harga jual tahun depan. Padahal, kami sudah menaikkan harga jual pada dua bulan lalu yakni skeitar Oktober," pungkas Ahmad.Penulis: Hilda B Alexander
Sumber: m.kompas.comMemberikan ulasan dan motivasi mengenai bisnis properti. Serta pengajuan KPR BNI.
Jumat, 02 Januari 2015
TAHUN BARU BBM TURUN, TAPI HARGA RUMAH MEROKET
TAHUN BARU BBM TURUN, TAPI HARGA RUMAH MEROKET
Kendatihargabahan bakar minyak (BBM) jenis premium resmi diturunkan mulai 1 Januari 2015 kemari, namun harga properti justru semakin meroket. Besaran kenaikan harga ini bervariasi mulai lima persen hingga lima belas persen. Perumahan Kota Wisata di Cibubur yang dikembangkan Sinarmas Land Group, misalnya. Salah satu klaster terbarunya, yakni Nebraska akan diubah harga jualnya menjadi Rp 1,26 miliar per unit untuk tipe terkecil 94/105.Perubahan harga ini sebesar lima persen dari sebelumnya Rp 1,19 miliar yang berlaku sejak 30 November 2014.Menurut staf Penjualan dan Pemasaran Kota Wisata, Adi Saputra, patokan harga baru tersebut tidak hanya dikenakan pada klaster Nebraska, melainkan juga seluruh klaster eksisting dengan sisa beberapa unit terakhir, seperti Hacienda, dan New Hacienda."Untuk klaster Hacienda dan New Hacienda, harga jualnya menjadi Rp 1,32 miliar per unit untuk dimensi terkecil 91/128," tutur Adi kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2014).Adi menambahkan, klaster Nebraska dikembangkan hanya sebanyak 88 unit. Tersedia enam tipe dari total tujuh tipe yang dilepas ke pasar untuk tahap awal, yakni tipe 94/105, 106/120, 116/135, 131/136, 152/162, 165/168, dan dimensi 177/200.Kenaikan harga lebih tinggi terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan.Menurut Direktur Utama PT Cowell Development Tbk., Novi Imelly, perubahan harga yang diberlakukan pada perumahan Borneo Paradiso Balikpapan sebesar lima belas persen."Kami akan menaikkan harga jual sebesar lima belas persen dan berlaku tahun depan," ujar Novi.Cowell Development memasarkan perumahan Borneo Paradiso dengan harga serentang Rp 250 juta hingga Rp 600 juta per unit.Sementara properti-properti yang dilansir IMB Group di Makassar, mengalami lonjakan harga sepuluh persen. Staf Penjualan dan Pemasaran IMB Group, Ahmad Akbar, mengatakan, perubahan harga sebanyak sepuluh persen tersebut berlaku di semua produk.Satu di antaranya adalah perumahan Bumi Pratama Residence di daerah Antang. Saat ini harga rumah tipe 36/7x14 senilai Rp 350 juta, tipe 46/7x15 seharga Rp 400 juta dan tipe 70/8x15 sebesar Rp 600 juta. Tahun depan, harga ini bakal berubah menjadi Rp 385 juta, Rp 440 juta, dan Rp 660 juta per unit.Tingginya permintaanKenaikan harga tersebut, kata Adi, dipicu tingginya tingkat permintaan. Selama libur Natal pada 22 Desember hingga 31 Desember 2014 ini, transaksi tak pernah sepi."Saya mampu menjual rumah sebanyak tiga unit selama satu minggu. Belum lagi saleslainnya. Konsumen justru tertarik membeli rumah karena untuk menghindari kenaikan harga lebih tinggi. Selain itu, banyak juga konsumen yang merupakan end user yang memanfaatkan momentum liburan," tutur Adi.Manajemen Kota Wisata, tambah Adi, memang mengkampanyekan promosi "Harga Naik 1 Januari 2015". Kampanye ini terbukti efektif mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian."Setiap hari kantor pemasaran selalu ramai. Padahal ini liburan panjang," tandas AdiHal serupa dikatakan Ahmad. Menurutnya, tingkat permintaan hunian di Makassar terus menguat dalam tiga tahun terakhir. Ada banyak pebisnis yang membeli hunian untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga disewakan."Hal tersebut mendorong kami menaikkan harga jual tahun depan. Padahal, kami sudah menaikkan harga jual pada dua bulan lalu yakni skeitar Oktober," pungkas Ahmad.Penulis: Hilda B Alexander
Sumber: m.kompas.com
Kendatihargabahan bakar minyak (BBM) jenis premium resmi diturunkan mulai 1 Januari 2015 kemari, namun harga properti justru semakin meroket. Besaran kenaikan harga ini bervariasi mulai lima persen hingga lima belas persen. Perumahan Kota Wisata di Cibubur yang dikembangkan Sinarmas Land Group, misalnya. Salah satu klaster terbarunya, yakni Nebraska akan diubah harga jualnya menjadi Rp 1,26 miliar per unit untuk tipe terkecil 94/105.Perubahan harga ini sebesar lima persen dari sebelumnya Rp 1,19 miliar yang berlaku sejak 30 November 2014.Menurut staf Penjualan dan Pemasaran Kota Wisata, Adi Saputra, patokan harga baru tersebut tidak hanya dikenakan pada klaster Nebraska, melainkan juga seluruh klaster eksisting dengan sisa beberapa unit terakhir, seperti Hacienda, dan New Hacienda."Untuk klaster Hacienda dan New Hacienda, harga jualnya menjadi Rp 1,32 miliar per unit untuk dimensi terkecil 91/128," tutur Adi kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2014).Adi menambahkan, klaster Nebraska dikembangkan hanya sebanyak 88 unit. Tersedia enam tipe dari total tujuh tipe yang dilepas ke pasar untuk tahap awal, yakni tipe 94/105, 106/120, 116/135, 131/136, 152/162, 165/168, dan dimensi 177/200.Kenaikan harga lebih tinggi terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan.Menurut Direktur Utama PT Cowell Development Tbk., Novi Imelly, perubahan harga yang diberlakukan pada perumahan Borneo Paradiso Balikpapan sebesar lima belas persen."Kami akan menaikkan harga jual sebesar lima belas persen dan berlaku tahun depan," ujar Novi.Cowell Development memasarkan perumahan Borneo Paradiso dengan harga serentang Rp 250 juta hingga Rp 600 juta per unit.Sementara properti-properti yang dilansir IMB Group di Makassar, mengalami lonjakan harga sepuluh persen. Staf Penjualan dan Pemasaran IMB Group, Ahmad Akbar, mengatakan, perubahan harga sebanyak sepuluh persen tersebut berlaku di semua produk.Satu di antaranya adalah perumahan Bumi Pratama Residence di daerah Antang. Saat ini harga rumah tipe 36/7x14 senilai Rp 350 juta, tipe 46/7x15 seharga Rp 400 juta dan tipe 70/8x15 sebesar Rp 600 juta. Tahun depan, harga ini bakal berubah menjadi Rp 385 juta, Rp 440 juta, dan Rp 660 juta per unit.Tingginya permintaanKenaikan harga tersebut, kata Adi, dipicu tingginya tingkat permintaan. Selama libur Natal pada 22 Desember hingga 31 Desember 2014 ini, transaksi tak pernah sepi."Saya mampu menjual rumah sebanyak tiga unit selama satu minggu. Belum lagi saleslainnya. Konsumen justru tertarik membeli rumah karena untuk menghindari kenaikan harga lebih tinggi. Selain itu, banyak juga konsumen yang merupakan end user yang memanfaatkan momentum liburan," tutur Adi.Manajemen Kota Wisata, tambah Adi, memang mengkampanyekan promosi "Harga Naik 1 Januari 2015". Kampanye ini terbukti efektif mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian."Setiap hari kantor pemasaran selalu ramai. Padahal ini liburan panjang," tandas AdiHal serupa dikatakan Ahmad. Menurutnya, tingkat permintaan hunian di Makassar terus menguat dalam tiga tahun terakhir. Ada banyak pebisnis yang membeli hunian untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga disewakan."Hal tersebut mendorong kami menaikkan harga jual tahun depan. Padahal, kami sudah menaikkan harga jual pada dua bulan lalu yakni skeitar Oktober," pungkas Ahmad.Penulis: Hilda B Alexander
Sumber: m.kompas.comHARGA RUMAH DI SINGAPURA TURUN
Harga Rumah Di Singapura Turun
ikimedia.org
Tingkat penjualan properti Singapura hanya tumbuh 0,4 persen.
Jumat, 2 Januari 2015 | 10:42 WIB
SINGAPURA, KOMPAS.com - Urban Redevelopment Authority (URA) melansir laporan perkembangan harga properti residensial yang dikembangkan developerswasta, mengalami penurunan sebesar empat persen selama tahun 2014.
Penurunan terbesar terjadi pada kuartal keempat yakni satu persen dibandingkan kuartal III dengan angka 0,7 persen. Penurunan ini sejatinya telah berlangsung pada kuartal IV 2013 dan terus berlanjut hingga menjelang tutup tahun 2014.
Menurut URA seperti dikutip Channel News Asia, secara umum, indeks properti perumahan juga anjlok 2,1 poin dari 207,9poin pada kuartal III 2014 menajdi 205,8 poin pada kuartal IV 2014.
"Kemerosotan terjadi di semua segmen pasar. Di kawasan utama atau Core Central Region (CCR), harga rumah turun 0,9 persensepanjang empat bulan terakhir 2014. Angka penurunan ini lebih besar dari kuartal sebelumnya yakni 0,8 persen," tulis URA.
Demikian halnya dengan harga rumah di luar kawasan utama atau Outer Central Region (OCR), melorot 1,2 persen pada kuartal IV tahun lalu. Jauh lebih tinggi ketimbang penurunan kuartal sebelumnya sebesar 0,4 persen. Sementara di kawasan tengah (RCR), harga turun 0,9 persen, pada kuartal IV, lebih besar dari kuartal III yang hanya 0,3 persen.
Dengan demikian, lanjut URA, sepanjang 2014, harga rumah di CCR, RCR, dan OCR jatuh masing-masing sebesar 4,1 persen, 5,2 persen, dan 2,2 persen.
Tahun ini, URA akan melakukan survei penjualan unit-unit hunian baru selama sepuluh pekan pertama untuk mengetahui perkembangan harga kuartal satu 2015.
"Statistik akan diperbarui empat minggu kemudian. Masyarakat disarankan untukmenafsirkan perkiraan harga dengan hati-hati," kata URA.
Penurunan terbesar terjadi pada kuartal keempat yakni satu persen dibandingkan kuartal III dengan angka 0,7 persen. Penurunan ini sejatinya telah berlangsung pada kuartal IV 2013 dan terus berlanjut hingga menjelang tutup tahun 2014.
Menurut URA seperti dikutip Channel News Asia, secara umum, indeks properti perumahan juga anjlok 2,1 poin dari 207,9poin pada kuartal III 2014 menajdi 205,8 poin pada kuartal IV 2014.
"Kemerosotan terjadi di semua segmen pasar. Di kawasan utama atau Core Central Region (CCR), harga rumah turun 0,9 persensepanjang empat bulan terakhir 2014. Angka penurunan ini lebih besar dari kuartal sebelumnya yakni 0,8 persen," tulis URA.
Demikian halnya dengan harga rumah di luar kawasan utama atau Outer Central Region (OCR), melorot 1,2 persen pada kuartal IV tahun lalu. Jauh lebih tinggi ketimbang penurunan kuartal sebelumnya sebesar 0,4 persen. Sementara di kawasan tengah (RCR), harga turun 0,9 persen, pada kuartal IV, lebih besar dari kuartal III yang hanya 0,3 persen.
Dengan demikian, lanjut URA, sepanjang 2014, harga rumah di CCR, RCR, dan OCR jatuh masing-masing sebesar 4,1 persen, 5,2 persen, dan 2,2 persen.
Tahun ini, URA akan melakukan survei penjualan unit-unit hunian baru selama sepuluh pekan pertama untuk mengetahui perkembangan harga kuartal satu 2015.
"Statistik akan diperbarui empat minggu kemudian. Masyarakat disarankan untukmenafsirkan perkiraan harga dengan hati-hati," kata URA.
Penulis: Hilda B Alexander
Sumber: kompas.com
Kamis, 01 Januari 2015
India lebih Transparan Mengenai Masalah Properti
India lebih Transparan Mengenai Masalah Properti
Ada dua faktor penting yang dapat mempengaruhi kebijakan sektor perumahan dan perekonomian Nasioanal yaitu transparansi dan prediksi. Akan tetapi masih banyak negara yang belum mencatat mengenai pertumbuhan pembangunan pada sektor perumahan secara transparan, serta mengukur dampaknya melalui Indeks Perumahan Baru ( Housing Start Up Index/HUSI).
HUSI India menunjukkan penurunan pembangunan perumahan pada tahun 2009 dan 2011 di kota-kota besar di India seperti Kolkata, Chennai, dan Bangalore. Namun, justru yang memperlihatkan peningkatan di Dehradun, Bhopal, dan Hubil. India adalah merupakan negara ke tujuh di dunia yang merilis HUSI. -
Menurut data HUSI, bahwa ledakan mengenai properti di India mengikuti pola klasik. Berawal dari kota-kota besar yang kemudian menyebar ke kota sekunder.
Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Australia, dan Selandia Baru, merupakan negara yang juga telah merilis HUSI. Negara-negara tersebut telah mengeluarkan indeks tersebut secara teratur dan berkala guna untuk mengevaluasi tren di sektor perumahan, dan untuk menganalisis dampak yang akan terjadi terhadap sektor industri perbankan, infrastruktur, dan konstruksi.
Jika dibandingkan dengan Indonesia negara-negara lain lebih transparan dalam masalah properti, sementara Indonesia jangankan membuat HUSI, untuk menetapkan jumlah kekurangan dan jenis rumah saja, masih menggunakan angka "kira-kira". Jika dalam menetapkan angka-angka prediksi saja Indonesia tidak jelas atau transparan lalu, bagaimana dapat memproduksi kebijakan perumahan yang tepat bila angka-angka prediksi tidak jelas dan transparan.
Menurut, Ketua Dewan Kehormatan Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria, defisit rumah rakyat atau lazim disebut backlog yang selama ini diberitakan, dianggap tidak jelas. Faktor dari ketidakjelasan tersebut berpengaruh terhadap kebijakan perumahan Nasional yang dibuat pemerintah. Pada akhirnya, arah kebijakan menjadi salah, dan kemudian dikatakan sesat.
Menurut Teguh, hingga tahun 2010 yang lalu kekurangan rumah mencapai hampir 13,9 juta. Dan jika diasumsikan per tahun kebutuhan mencapai hampir 700.000 sampai 800.000 unit, dengan demikian backlog kumulatif mencapai sekitar 15 juta.
Teguh menjelaskan pada saat seminar Pandangan Ke Depan Kebijakan Rumah di Tahun Politik 2014, bahwa “ itu baru dilihat dari segi jumlah yang hanya merupakan angka perkiraan atau asumsi, Belum lagi bila dilihat secara lebih jernih dan menghindari dikotomi, kebijakan dan implementasi, maka ketidakjelasan itu juga harus dijabarkan melalui perspektif segmentasi rumah yang mengalami disparitas tersebut,
Menurut Teguh, rumah dibagi dalan tiga segmen, pertama rumah milik, dan dikategorikan ke dalam dua kategori yakni rumah milik subsidi dan rumah milik komersial. Segmen yang kedua adalah rumah sewa dan yang ketiga adalah rumah sosial.
Jika dalam merumuskan segmen ataupun kategori rumah dan jumlah backlog saja masih kira-kira, lalu bagaimana bisa menghasilkan peta jalan (roadmap) pada suatu perumahan.
HUSI adalah sebagai langkah besar dalam membawa transparansi dan prediktabilitas. Sektor perumahan India, misalnya saja telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap Product Domestic Bruto (PDB) .Selain itu, untuk sektor perumahan juga telah mempekerjakan, secara langsung ataupun tidak langsung, sebanyak 30 juta orang pekerja.
HUSI juga berfungsi sebagai indikator ekonomi dan alat utama bagi industri dalam merencanakan dan menyusun strategi, terutama industri terkait sektor properti seperti semen, konstruksi, tenaga kerja dan peralatan rumah tangga.
HUSI pertama India dikeluarkan pada tanggal 3 Februari oleh Departemen Perumahan dan Perkotaan Pengentasan Kemiskinan, dan Bank Sentral (Reserve Bank of India). Indeks tersebut mencatat dan mengevaluasi kinerja sektor perumahan di 27 kota pada tahun 2009 dan 2011. Berdasarkan dari analisis yang diperoleh maka jumlah kota yang dianalisa akan bertambah menjadi 300 pada tahun-tahun mendatang.
Diambil dari sini
Ada dua faktor penting yang dapat mempengaruhi kebijakan sektor perumahan dan perekonomian Nasioanal yaitu transparansi dan prediksi. Akan tetapi masih banyak negara yang belum mencatat mengenai pertumbuhan pembangunan pada sektor perumahan secara transparan, serta mengukur dampaknya melalui Indeks Perumahan Baru ( Housing Start Up Index/HUSI).
HUSI India menunjukkan penurunan pembangunan perumahan pada tahun 2009 dan 2011 di kota-kota besar di India seperti Kolkata, Chennai, dan Bangalore. Namun, justru yang memperlihatkan peningkatan di Dehradun, Bhopal, dan Hubil. India adalah merupakan negara ke tujuh di dunia yang merilis HUSI. -
Menurut data HUSI, bahwa ledakan mengenai properti di India mengikuti pola klasik. Berawal dari kota-kota besar yang kemudian menyebar ke kota sekunder.
Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Australia, dan Selandia Baru, merupakan negara yang juga telah merilis HUSI. Negara-negara tersebut telah mengeluarkan indeks tersebut secara teratur dan berkala guna untuk mengevaluasi tren di sektor perumahan, dan untuk menganalisis dampak yang akan terjadi terhadap sektor industri perbankan, infrastruktur, dan konstruksi.
Jika dibandingkan dengan Indonesia negara-negara lain lebih transparan dalam masalah properti, sementara Indonesia jangankan membuat HUSI, untuk menetapkan jumlah kekurangan dan jenis rumah saja, masih menggunakan angka "kira-kira". Jika dalam menetapkan angka-angka prediksi saja Indonesia tidak jelas atau transparan lalu, bagaimana dapat memproduksi kebijakan perumahan yang tepat bila angka-angka prediksi tidak jelas dan transparan.
Menurut, Ketua Dewan Kehormatan Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria, defisit rumah rakyat atau lazim disebut backlog yang selama ini diberitakan, dianggap tidak jelas. Faktor dari ketidakjelasan tersebut berpengaruh terhadap kebijakan perumahan Nasional yang dibuat pemerintah. Pada akhirnya, arah kebijakan menjadi salah, dan kemudian dikatakan sesat.
Menurut Teguh, hingga tahun 2010 yang lalu kekurangan rumah mencapai hampir 13,9 juta. Dan jika diasumsikan per tahun kebutuhan mencapai hampir 700.000 sampai 800.000 unit, dengan demikian backlog kumulatif mencapai sekitar 15 juta.
Teguh menjelaskan pada saat seminar Pandangan Ke Depan Kebijakan Rumah di Tahun Politik 2014, bahwa “ itu baru dilihat dari segi jumlah yang hanya merupakan angka perkiraan atau asumsi, Belum lagi bila dilihat secara lebih jernih dan menghindari dikotomi, kebijakan dan implementasi, maka ketidakjelasan itu juga harus dijabarkan melalui perspektif segmentasi rumah yang mengalami disparitas tersebut,
Menurut Teguh, rumah dibagi dalan tiga segmen, pertama rumah milik, dan dikategorikan ke dalam dua kategori yakni rumah milik subsidi dan rumah milik komersial. Segmen yang kedua adalah rumah sewa dan yang ketiga adalah rumah sosial.
Jika dalam merumuskan segmen ataupun kategori rumah dan jumlah backlog saja masih kira-kira, lalu bagaimana bisa menghasilkan peta jalan (roadmap) pada suatu perumahan.
HUSI adalah sebagai langkah besar dalam membawa transparansi dan prediktabilitas. Sektor perumahan India, misalnya saja telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap Product Domestic Bruto (PDB) .Selain itu, untuk sektor perumahan juga telah mempekerjakan, secara langsung ataupun tidak langsung, sebanyak 30 juta orang pekerja.
HUSI juga berfungsi sebagai indikator ekonomi dan alat utama bagi industri dalam merencanakan dan menyusun strategi, terutama industri terkait sektor properti seperti semen, konstruksi, tenaga kerja dan peralatan rumah tangga.
HUSI pertama India dikeluarkan pada tanggal 3 Februari oleh Departemen Perumahan dan Perkotaan Pengentasan Kemiskinan, dan Bank Sentral (Reserve Bank of India). Indeks tersebut mencatat dan mengevaluasi kinerja sektor perumahan di 27 kota pada tahun 2009 dan 2011. Berdasarkan dari analisis yang diperoleh maka jumlah kota yang dianalisa akan bertambah menjadi 300 pada tahun-tahun mendatang.
Diambil dari sini
Pembeli Rumah Pertama Mendapat Diskon Besar Di Inggris
Pembeli Rumah Pertama Mendapat Diskon Besar Di Inggris
Melambungnya harga rumah di Inggris berdampak buruk bagi sebagian konsumen, terutama untuk calon konsumen yang masih berusia muda karena tidak sanggup menjangkau harga rumah yang ditawarkan pengembang. Hal ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri di Inggris , David Cameron.
Cameron sangat prihatin dan mencoba untuk membantu mewujudkan impian orang-orang muda yang sudah bekerja keras dan berencana ingin memiliki sebuah rumah. Untuk mewujudkan impian orang-orang muda tersebut pemerintah Inggris mengeluarkan program diskon hingga 20 persen untuk 100.000 pembeli pertama dan berusia dibawah 40 tahun. Menurut Cameron, program ini sesuai dengan rencana jangka panjang pembangunan ekonomi di Inggris. Untuk konsumen yang berminat mengikuti program tersebut harus mendaftar lebih dahulu melalui Starter Home Initiative yang akan di keluarkan pada tahun depan.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah atas program ini, pemerintah memberikan pembebasan biaya perencanaan dan berbagai pungutan yang terkait dengan pembangunan rumah , termasuk di dalamnya kewajiban membangun infrastruktur. Pengembang menanggung biaya yang cukup besar yaitu senilai 15.000 Pounds atau hampir Rp 300 juta untuk satu buah rumah. Hingga periode tertentu rumah tidak dapat dijual sesuai harga pasar, agar tidak dijadikan ajang spekulasi.
Meskipun harganya di turunkan namun, tetap harus memperhatikan kualitas dari hunian tersebut, seperti desainnya dan pemilihan material yang akan di pakai untuk pembangunan rumah tidak boleh sembarangan. Sebagian pengembang telah ikut berpartisipasi , hampir 30 pengembang yang turut mendukung kebijakan ini. Para pengembang akan membangun rumah sesuai standar kualitas dan lokasi yang tepat, ujar Stewart Baseley, Executive Chairman the Home Builders Federation.
Program yang diberikan pemerintah Inggris , untuk memberi kemudahan bagi pembeli rumah pertama yang di namakan “ Help to Buy” ini di keluarkan pada tahun 2008. Program tersebut dikeluarkan karena pada masa itu pasar rumah di Inggris mengalami masalah dan kemudian adanya krisis financial Eropa. Pada saat itu tidak sedikit para pekerja yang berusia muda yang tadinya merasa sanggup memiliki rumah meskipun dengan cara kredit dan dengan adanya masalah tersebut mereka tak sanggup untuk menjangkaunya karena mengalami kesulitan keuangan.
Menurut, Justin Gaze, Joint Head of Residential Development Knight Frank, program yang ditawarkan pemerintah ini bagus, akan tetapi masih ada beberapa hal yang belum jelas , terutama mengenai lahan karena lahan adalah hal yang paling pokok, sebelum para pengembang membangun sebuah perumahan maka pengembang harus membeli dulu sebuah lahan, yang menjadi permasalahannya jika lahan yang akan dibeli pengembang ternyata penjual tidak mau menjual lahannya dengan harga khusus karena dilihat tingginya harga lahan saat ini. Jika hal ini terjadi, lantas dana siapa yang akan di gunakan untuk bisa melakukan pembebasan lahan , apakah pemerintah dapat menyediakan dana khusus untuk pembebasan lahan, demikian yang disampaikan Justin.
Diambil dari sini
Melambungnya harga rumah di Inggris berdampak buruk bagi sebagian konsumen, terutama untuk calon konsumen yang masih berusia muda karena tidak sanggup menjangkau harga rumah yang ditawarkan pengembang. Hal ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri di Inggris , David Cameron.
Cameron sangat prihatin dan mencoba untuk membantu mewujudkan impian orang-orang muda yang sudah bekerja keras dan berencana ingin memiliki sebuah rumah. Untuk mewujudkan impian orang-orang muda tersebut pemerintah Inggris mengeluarkan program diskon hingga 20 persen untuk 100.000 pembeli pertama dan berusia dibawah 40 tahun. Menurut Cameron, program ini sesuai dengan rencana jangka panjang pembangunan ekonomi di Inggris. Untuk konsumen yang berminat mengikuti program tersebut harus mendaftar lebih dahulu melalui Starter Home Initiative yang akan di keluarkan pada tahun depan.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah atas program ini, pemerintah memberikan pembebasan biaya perencanaan dan berbagai pungutan yang terkait dengan pembangunan rumah , termasuk di dalamnya kewajiban membangun infrastruktur. Pengembang menanggung biaya yang cukup besar yaitu senilai 15.000 Pounds atau hampir Rp 300 juta untuk satu buah rumah. Hingga periode tertentu rumah tidak dapat dijual sesuai harga pasar, agar tidak dijadikan ajang spekulasi.
Meskipun harganya di turunkan namun, tetap harus memperhatikan kualitas dari hunian tersebut, seperti desainnya dan pemilihan material yang akan di pakai untuk pembangunan rumah tidak boleh sembarangan. Sebagian pengembang telah ikut berpartisipasi , hampir 30 pengembang yang turut mendukung kebijakan ini. Para pengembang akan membangun rumah sesuai standar kualitas dan lokasi yang tepat, ujar Stewart Baseley, Executive Chairman the Home Builders Federation.
Program yang diberikan pemerintah Inggris , untuk memberi kemudahan bagi pembeli rumah pertama yang di namakan “ Help to Buy” ini di keluarkan pada tahun 2008. Program tersebut dikeluarkan karena pada masa itu pasar rumah di Inggris mengalami masalah dan kemudian adanya krisis financial Eropa. Pada saat itu tidak sedikit para pekerja yang berusia muda yang tadinya merasa sanggup memiliki rumah meskipun dengan cara kredit dan dengan adanya masalah tersebut mereka tak sanggup untuk menjangkaunya karena mengalami kesulitan keuangan.
Menurut, Justin Gaze, Joint Head of Residential Development Knight Frank, program yang ditawarkan pemerintah ini bagus, akan tetapi masih ada beberapa hal yang belum jelas , terutama mengenai lahan karena lahan adalah hal yang paling pokok, sebelum para pengembang membangun sebuah perumahan maka pengembang harus membeli dulu sebuah lahan, yang menjadi permasalahannya jika lahan yang akan dibeli pengembang ternyata penjual tidak mau menjual lahannya dengan harga khusus karena dilihat tingginya harga lahan saat ini. Jika hal ini terjadi, lantas dana siapa yang akan di gunakan untuk bisa melakukan pembebasan lahan , apakah pemerintah dapat menyediakan dana khusus untuk pembebasan lahan, demikian yang disampaikan Justin.
Diambil dari sini
Demi Visa Emas Orang Kaya Tiongkok Borong Properti Asing
Demi Visa Emas Orang Kaya Tiongkok Borong Properti Asing

Orang-orang kaya Tiongkok datang berbondong-bondong di sepanjang tahun 2014, mereka beremigrasi dan menginvestasikan uangnya di sektor properti luar negeri dengan tujuan agar mendapat izin tinggal. Orang-orang tajir tersebut berharap agar dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, dan terbebas dari bayang-bayang buruk mengenai kondisi lingkungan dalam negeri yang telah penuh dengan polusi serta makanan yang tidak sehat.
Visa emas telah di berikan oleh pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia, hal ini adalah suatu program untuk memudahkan mendapatkan izin tinggal dalam waktu tertentu. Visa emas tersebut diberikan kepada investor asing yang akan membeli properti sejumlah minimal yang telah di isyaratkan atau ditentukan.
Melalui program ini, pemerintah negara bertujuan untuk menetapkan sejumlah uang yang hendak di investasikan dan kemudian pemerintah negara memberikan status penduduk tetap serta tunjangan lainnya untuk warga negara asing yang telah dinyatakan lulus sesuai dengan kreteria yang telah di tetapkan.
Ada banyak acara yang di selenggarakan di Beijing pada pertengahan Desember bulan ini, acara tersebut menjelaskan mengenai skema emigrasi ke Amerika Serikat , acara tersebut penuh dan dihadiri hampir 100 peserta, yang di adakan setiap minggu.
Ada salah seorang eksekutif perusahaan yang berusia kira-kira 40 tahun yang mengatakan bahwa beliau sangat berkeinginan untuk menikmati hidup di luar negeri.
Program yang diselenggarakan tersebut dinamai “ investasi imigran”, acara ini sukses dan dapat menghasilkan investasi dalam jumlah yang sangat besar. Pada tahun 2013, sejumlah warga negara Tiongkok yang telah memperoleh visa penduduk tetap Amerika Serikat adalah sebanyak 6.895 orang, jika dilihat pada lima tahun yang lalu maka kenaikkan visa penduduk ini mencapai hampir 19 kali lipat. Sementara nilai invertasi untuk perorangnya senilai Rp 10 miliar.
Orang-orang kaya di Tiongkok tidak hanya mengincar negara Amerika Serikat tapi juga melirik negara-negara lain seperti Korea Selatan, Inggris, Spanyol dan Yunani. Untuk laporan tahunan Migrasi International tercatat 15 persen pembelian rumah di Spayol dilakukan oleh asing dan sebagai mayoritas terbesar adalah orang Tiongkok.
Orang-orang tajir Tiongkok juga mendominasikan pembelian lahan dan properti di Korea Selatan, sehingga mengalami peningkatan hampir 60 kali lipat jika dibandingkan empat tahun yang lalu. Hal tersebut tentu saja membuat warga setempat menjadi semakin cemas dan mereka mengatakan agar pendapat sistem kepemilikan asing harus dikaji ulang.
Diambil dari sini

Orang-orang kaya Tiongkok datang berbondong-bondong di sepanjang tahun 2014, mereka beremigrasi dan menginvestasikan uangnya di sektor properti luar negeri dengan tujuan agar mendapat izin tinggal. Orang-orang tajir tersebut berharap agar dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, dan terbebas dari bayang-bayang buruk mengenai kondisi lingkungan dalam negeri yang telah penuh dengan polusi serta makanan yang tidak sehat.
Visa emas telah di berikan oleh pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia, hal ini adalah suatu program untuk memudahkan mendapatkan izin tinggal dalam waktu tertentu. Visa emas tersebut diberikan kepada investor asing yang akan membeli properti sejumlah minimal yang telah di isyaratkan atau ditentukan.
Melalui program ini, pemerintah negara bertujuan untuk menetapkan sejumlah uang yang hendak di investasikan dan kemudian pemerintah negara memberikan status penduduk tetap serta tunjangan lainnya untuk warga negara asing yang telah dinyatakan lulus sesuai dengan kreteria yang telah di tetapkan.
Ada banyak acara yang di selenggarakan di Beijing pada pertengahan Desember bulan ini, acara tersebut menjelaskan mengenai skema emigrasi ke Amerika Serikat , acara tersebut penuh dan dihadiri hampir 100 peserta, yang di adakan setiap minggu.
Ada salah seorang eksekutif perusahaan yang berusia kira-kira 40 tahun yang mengatakan bahwa beliau sangat berkeinginan untuk menikmati hidup di luar negeri.
Program yang diselenggarakan tersebut dinamai “ investasi imigran”, acara ini sukses dan dapat menghasilkan investasi dalam jumlah yang sangat besar. Pada tahun 2013, sejumlah warga negara Tiongkok yang telah memperoleh visa penduduk tetap Amerika Serikat adalah sebanyak 6.895 orang, jika dilihat pada lima tahun yang lalu maka kenaikkan visa penduduk ini mencapai hampir 19 kali lipat. Sementara nilai invertasi untuk perorangnya senilai Rp 10 miliar.
Orang-orang kaya di Tiongkok tidak hanya mengincar negara Amerika Serikat tapi juga melirik negara-negara lain seperti Korea Selatan, Inggris, Spanyol dan Yunani. Untuk laporan tahunan Migrasi International tercatat 15 persen pembelian rumah di Spayol dilakukan oleh asing dan sebagai mayoritas terbesar adalah orang Tiongkok.
Orang-orang tajir Tiongkok juga mendominasikan pembelian lahan dan properti di Korea Selatan, sehingga mengalami peningkatan hampir 60 kali lipat jika dibandingkan empat tahun yang lalu. Hal tersebut tentu saja membuat warga setempat menjadi semakin cemas dan mereka mengatakan agar pendapat sistem kepemilikan asing harus dikaji ulang.
Diambil dari sini
TIPS MEMILIH AGEN PROPERTI
Sukses Memilih Agen Properti Dengan 5 Tips
Keputusan dalam menjual atau membeli hunian, adalah sebuah
langkah besar bagi sebagian orang. Apalagi hal itu berhubungan urusan finansial.
Pertimbangan dalam memilih broker atau agen properti yang cermat merupakan
kunci sukses dalam penjualan atau pembelian properti.
Bagi anda yang berencana
menggunakan jasa agen properti seperti itu, ada 5 hal mendasar yang harus anda
perhatikan, seperti yang dilansir oleh lamudi:
1. Pengalaman. Bila anda adalah pemula,
merupakan hal yang penting untuk menyerahkan investasi anda di tangan seorang
yang pakar. Jika anda awam akan proses penuh dari menjual dan membeli rumah,
pastikan bahwa agen anda adalah orang yang memiliki histori yang kuat di
industri ini serta dapat dipercaya. Anda dapat melakukan penelitian melalui
internet dalam mencari informasi sedikitnya berapa pengalaman yang mereka
miliki, sebaiknya pilih orang yang berpengalaman.
2. Pengetahuan LokasiPastikan agen anda
memiliki pengetahuan yang luas menegnai lokasi anda melakukan penjualan ataupun
pembelian properti. Agen anda harus
memiliki pengetahuan yang luas mengenai sejarah serta ciri khas dari suatu
wilayah, agar mereka bisa mengenali dan menginformasikan kepada anda bila ada
peluang baik di pasaran.
3. Teknologi
Canggih. Sehubungan dengan bertambahnya angka pengguna internet, maka perhatikan
apakah agen anda memanfaatkan kesempatan mereka dengan media internet. Jika
tidak kemungkinan agen anda bukanlah sosok yang tepat, perhatikan apakah ia
memiliki website profesional yang sering mengupdate mengenai properti, apakah
ia memanfaatkan jejaring sosial dan memanfaatkannya dengan baik dalam
bisnisnya. Sebab hal tersebut mencirikan apakah ia pribadi yang paham akan
teknologi dan memanfaatkannya atau tidak.
4. Listing Terbaru. Bagaimana dengan update listing mereka? Yakinkan anda
mencari tahu listing terbaru mereka melalui website, periksa apakah foto yang diunggah memiliki kualitas yang baik, atau tersediakah video tur mereka, sudah
akuratkan feature yang dia sediakan dan sebagainya. Ingat kelak properti yang
ingin anda jual atau sewakan akan ada di daftar listing tersebut, oleh sebab
itu fakta yang tersedia haruslah aktual dan terpercaya.
5. Yakin dengan Insting Anda. Secara personal
apakah anda menyukai agen anda? Jika jawabannya tidak, maka segeralah cari agen
baru, sebab segudang pengalaman agen tidak akan berpengaruh jika anda tidak
merasa nyaman mengatakan ke mereka apa yang anda inginkan. Agen yang tepat
harus memiliki informasi yang cukup, rasa sabar yang tinggi, serta komunikatif.
Jadi ikuti naluri anda apakah ia sosok agen yang tepat buat anda.
Sumbe : www.peluangproperti.com
BISNIS PROPERTI 2015 BAKAL MENINGKAT
BISNIS PROPERTI 2015 BAKAL MENINGKAT
www.shutterstock.com
Ilustrasi
Rabu, 31 Desember 2014 | 18:02 WIB
Rabu, 31 Desember 2014 | 18:02 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Melambatnya pertumbuhan sektor properti tahun 2014, diprediksi tak akan berlanjut pada tahun 2015 mendatang. Hal ini dimungkinkan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi meningkat, tingkat permintaan menguat, dan iklim investasi yang positif.
Head of Research Savills PCI, Anton Sitorus, mengutarakan pendapatnya terkait prospek bisnis dan industri properti tahun 2015 mendatang kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2014).
"Pertumbuhan properti tahun ini yang hanya mencapai 10 persen hingga 12 persen, memang sudah diprediksi. Terlebih gejala awalnya terjadi sejak kuartal kedua 2013. Pasar tidak kaget lagi. Jadi, tahun depan, sektor properti akan kembali bergerak naik dengan pertumbuhan sekitar 20 persen," ujar Anton.
Dia menuturkan, seluruh sub sektor properti mulai dari perumahan tapak, apartemen strata (kondominium), perkantoran, pusat belanja, hotel, hingga kawasan industri akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi ketimbang tahun ini.
"Di satu sisi, proyek baru bermunculan. Sementara di sisi lain permintaan mengalami kenaikan. Selain itu, tahun depan juga akan diwarnai dengan hadirnya pengembang baru yang sebelumnya tidak memiliki core properti, dan juga pengembang asing jelang integrasi padar dan Masyarakat Ekonomi ASEAN berlaku," tandas Anton.
Indonesia, kata Anton, masih sangat menarik untuk investasi properti. Negara ini masih dalam tahap pertumbuhan. Dengan pasar luar biasa besar, sekitar 235 juta penduduk, Indonesia masih lebih seksi dibanding negara-negara lainnya di Asia Tenggara.
Perumahan dan apartemen"Permintaan hunian tidak akan berkurang. Terlebih harga bahan bakar minyak (BBM) sudah turun, daya beli masyarakat akan kembali membaik. Mereka yang sebelumnya memutuskan menunda pembelian rumah tahun ini, akan mengeksekusi pembelian tahun depan," kata Anton.
Selain itu, tambah Anton, pengembang tidak akan menaikkan harga terlalu tinggi. Mereka akan menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Pasalnya, dengan pertumbuhan harga yang terjadi "gila-gilaan" pada 2012 lalu yang hampir mencapai 50 persen, kemampuan pasar untuk menyerap perlahan-lahan berkurang.
"Akan tetapi, dengan kenaikan harga yang rasional, paling banter 20 persen, pasar masih bisa membelinya. Ini disadari pengembang dengan tidak jor-joran menaikkan harga. Mereka pun mulai memberikan marketing gimmick berupa uang kas kembali, atau potongan harga dan kemudahan pembiayaan," ucap Anton.
PerkantoranSubsektor perkantoran juga akan kembali menguat seiring dengan iklim investasi yang kondusif. Menurut Anton, permintaan berasal dari perusahaan perbankan, asuransi, teknologi informasi, telekomunikasi dan juga consummer goods.
"Pasokan perkantoran terdistribusi di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta dan sekitarnya serta di kawasan TB Simatupang, Gatot Subroto, Kuningan, dan Thamrin. Di antaranya Sahid Sudirman Center, Cemindo Tower, Telkom Landmark Tower, dan lain-lain," kata dia.
Sementara di kawasan timur Jakarta, pasokan Kirana 2 Office cukup untuk mengakomodasi permintaan yang berasal dari perusahaan manufaktur, trading, danshipping. "Belum ada lonjakan permintaan yang signifikan, pasalnya pasar perkantoran untuk gedung high rise belum terbentuk. Perusahaan-perusahaan tadi masih mencari ruko untuk ekspansi," ucap Anton.
Pasar perkantoran di koridor timur Jakarta, lanjut Anton, berbeda dengan di koridor Simatupang, Puri Indah, ataupun Gatot Subroto yang berasal dari perusahaan-perusahaan berprofil tinggi (high profile) seperti perbankan, dan lain-lain.
Pusat belanjaKeterbatasan lahan di pusat kota Jakarta, mendorong pengembangan pusat belanja semakin aktif dan masif di kawasan pinggiran dan beberapa kota lain di luar Jadebotabek, Bandung, dan Surabaya.
Anton mengatakan fenomena baru yang terjadi pada 2015 adalah semakin melonjaknya tingkat okupansi pusat belanja. Seiring ekspansi peritel lokal dan asing. Meskipun demikian, harga sewa tidak akan melambung tinggi, karena kenaikan besar-besaran sudah terjadi pada pertengahan tahun 2014.
"Dus, peritel-peritel besar lebih konservatif dengan melakukan ekspansi secara terbatas. Sebaliknya, mereka akan menggenjot pertumbuhan volume penjualan. Permintaan pasar memang menguat, namun peritel-peritel ini akan bermain aman (play save)," kata Anton.
Tahun 2015, tambah dia, juga akan hadir peritel-peritel asing baru baik lokal maupun internasional asal Asia, dan Eropa. Hal ini menjadikan persaingan antarperitel semakin ketat.
Kawasan industriMasuknya perusahaan perangkat telekomunikasi Oppo Mobile, ikut mewarnai riuhnya pasar kawasan industri. Anton menjelaskan, meski Oppo Mobile hanya mengakuisisi pabrik, namun mendorong tingkat hunian kawasan industri semakin meningkat.
http://m.kompas.com/properti/read/2014/12/31/180223821/Setelah.Tahun.Ini.Melambat.Bisnis.Properti.2015.Bakal.Meningkat
"Dengan keterbatasan lahan yang ada di kawasan-kawasan industri utama Cilegon, Bekasi, Cikarang, menstimulasi munculnya kawasan-kawasan industri baru di kota-kota lain di Pulau Jawa seperti Semarang, dan Surabaya, serta di Makassar, Medan, dan Balikpapan," ujar Anton.
Di sisi permintaan, Anton memprediksi, akan ada pertumbuhan, karena investasi lebih baik. Perusahaan yang melakukan ekspansi juga akan jauh lebih banyak. Sebagai informasi, realisasi investasi penanam modal asing (PMA) di sektor properti kuartal III tahun ini saja mencapai Rp 4,6 triliun.
Head of Research Savills PCI, Anton Sitorus, mengutarakan pendapatnya terkait prospek bisnis dan industri properti tahun 2015 mendatang kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2014).
"Pertumbuhan properti tahun ini yang hanya mencapai 10 persen hingga 12 persen, memang sudah diprediksi. Terlebih gejala awalnya terjadi sejak kuartal kedua 2013. Pasar tidak kaget lagi. Jadi, tahun depan, sektor properti akan kembali bergerak naik dengan pertumbuhan sekitar 20 persen," ujar Anton.
Dia menuturkan, seluruh sub sektor properti mulai dari perumahan tapak, apartemen strata (kondominium), perkantoran, pusat belanja, hotel, hingga kawasan industri akan mengalami pertumbuhan lebih tinggi ketimbang tahun ini.
"Di satu sisi, proyek baru bermunculan. Sementara di sisi lain permintaan mengalami kenaikan. Selain itu, tahun depan juga akan diwarnai dengan hadirnya pengembang baru yang sebelumnya tidak memiliki core properti, dan juga pengembang asing jelang integrasi padar dan Masyarakat Ekonomi ASEAN berlaku," tandas Anton.
Indonesia, kata Anton, masih sangat menarik untuk investasi properti. Negara ini masih dalam tahap pertumbuhan. Dengan pasar luar biasa besar, sekitar 235 juta penduduk, Indonesia masih lebih seksi dibanding negara-negara lainnya di Asia Tenggara.
Perumahan dan apartemen"Permintaan hunian tidak akan berkurang. Terlebih harga bahan bakar minyak (BBM) sudah turun, daya beli masyarakat akan kembali membaik. Mereka yang sebelumnya memutuskan menunda pembelian rumah tahun ini, akan mengeksekusi pembelian tahun depan," kata Anton.
Selain itu, tambah Anton, pengembang tidak akan menaikkan harga terlalu tinggi. Mereka akan menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Pasalnya, dengan pertumbuhan harga yang terjadi "gila-gilaan" pada 2012 lalu yang hampir mencapai 50 persen, kemampuan pasar untuk menyerap perlahan-lahan berkurang.
"Akan tetapi, dengan kenaikan harga yang rasional, paling banter 20 persen, pasar masih bisa membelinya. Ini disadari pengembang dengan tidak jor-joran menaikkan harga. Mereka pun mulai memberikan marketing gimmick berupa uang kas kembali, atau potongan harga dan kemudahan pembiayaan," ucap Anton.
PerkantoranSubsektor perkantoran juga akan kembali menguat seiring dengan iklim investasi yang kondusif. Menurut Anton, permintaan berasal dari perusahaan perbankan, asuransi, teknologi informasi, telekomunikasi dan juga consummer goods.
"Pasokan perkantoran terdistribusi di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta dan sekitarnya serta di kawasan TB Simatupang, Gatot Subroto, Kuningan, dan Thamrin. Di antaranya Sahid Sudirman Center, Cemindo Tower, Telkom Landmark Tower, dan lain-lain," kata dia.
Sementara di kawasan timur Jakarta, pasokan Kirana 2 Office cukup untuk mengakomodasi permintaan yang berasal dari perusahaan manufaktur, trading, danshipping. "Belum ada lonjakan permintaan yang signifikan, pasalnya pasar perkantoran untuk gedung high rise belum terbentuk. Perusahaan-perusahaan tadi masih mencari ruko untuk ekspansi," ucap Anton.
Pasar perkantoran di koridor timur Jakarta, lanjut Anton, berbeda dengan di koridor Simatupang, Puri Indah, ataupun Gatot Subroto yang berasal dari perusahaan-perusahaan berprofil tinggi (high profile) seperti perbankan, dan lain-lain.
Pusat belanjaKeterbatasan lahan di pusat kota Jakarta, mendorong pengembangan pusat belanja semakin aktif dan masif di kawasan pinggiran dan beberapa kota lain di luar Jadebotabek, Bandung, dan Surabaya.
Anton mengatakan fenomena baru yang terjadi pada 2015 adalah semakin melonjaknya tingkat okupansi pusat belanja. Seiring ekspansi peritel lokal dan asing. Meskipun demikian, harga sewa tidak akan melambung tinggi, karena kenaikan besar-besaran sudah terjadi pada pertengahan tahun 2014.
"Dus, peritel-peritel besar lebih konservatif dengan melakukan ekspansi secara terbatas. Sebaliknya, mereka akan menggenjot pertumbuhan volume penjualan. Permintaan pasar memang menguat, namun peritel-peritel ini akan bermain aman (play save)," kata Anton.
Tahun 2015, tambah dia, juga akan hadir peritel-peritel asing baru baik lokal maupun internasional asal Asia, dan Eropa. Hal ini menjadikan persaingan antarperitel semakin ketat.
Kawasan industriMasuknya perusahaan perangkat telekomunikasi Oppo Mobile, ikut mewarnai riuhnya pasar kawasan industri. Anton menjelaskan, meski Oppo Mobile hanya mengakuisisi pabrik, namun mendorong tingkat hunian kawasan industri semakin meningkat.
http://m.kompas.com/properti/read/2014/12/31/180223821/Setelah.Tahun.Ini.Melambat.Bisnis.Properti.2015.Bakal.Meningkat
"Dengan keterbatasan lahan yang ada di kawasan-kawasan industri utama Cilegon, Bekasi, Cikarang, menstimulasi munculnya kawasan-kawasan industri baru di kota-kota lain di Pulau Jawa seperti Semarang, dan Surabaya, serta di Makassar, Medan, dan Balikpapan," ujar Anton.
Di sisi permintaan, Anton memprediksi, akan ada pertumbuhan, karena investasi lebih baik. Perusahaan yang melakukan ekspansi juga akan jauh lebih banyak. Sebagai informasi, realisasi investasi penanam modal asing (PMA) di sektor properti kuartal III tahun ini saja mencapai Rp 4,6 triliun.
Penulis: Hilda B Alexander
Sumber: m.kompas.com
Langganan:
Komentar (Atom)



